Kamis, 17 Juni 2010

Keutamaan Malam Raghaib dan Amalannya

Malam Raghaib adalah malam Jum’at pertama di bulan Rajab, Kamis malam 17 Juni 2010. Pada malam Raghaib semua malaikat berkumpul di Ka'bah dan sekitarnya untuk memohonkan hamba-hamba Allah swt kepada-Nya.

Pada malam Raghaib terdapat dua keutamaan malam yang menyatu dalam satu malam, yaitu: Keutamaan malam Jum’at sebagai penghulu malam, dan keutamaan Raghaib itu sendiri. Semoga kita tergolong kepada mereka yang dimohonkan oleh para malaikat. Sehingga Allah swt mengampuni dosa-dosa kita, mengijabah doa kita, dan menunaikan hajat kita.

Keutamaan Malam Raghaib

Rasulullah saw bersabda: “Bulan Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan ummatku. Barangsiapa yang berpuasa pada seluruh harinya, maka wajib bagi Allah: mengampuni semua dosa-dosanya yang lalu, menjaga sisa umurnya, dan menyelamatkannya dari kehausan pada hari kiamat.” Kemudian salah seorang sahabat yang usianya sangat tua berdiri lalu berkata: Ya Rasulullah, aku sudah lemah tak mampu berpuasa sebulan penuh.

Rasululah saw bersabda: “Berpuasalah pada hari pertama karena kebaikannya seperti sepuluh hari, hari pertengahan dan hari terakhir, maka kamu akan dikaruniai pahala seperti berpuasa sebulan penuh. Tetapi jangan lupa malam Jum’at pertama darinya, para malaikat menamai malam itu adalah malam Raghaib. Karena di malam itu dari sepertiga malam tidak ada seorang pun malaikat di langit dan di bumi kecuali semuanya berkumpul di Ka’bah dan sekitarnya. Allah mendatangi mereka dan berfirman: Wahai para malaikat-Ku mintalah kepada-Ku apa yang kalian inginkan. Mereka menjawab: Wahai Tuhan kami, kami datang kepada-Mu untuk memohonkan ampunan bagi orang-orang yang berpuasa di bulan Rajab. Allah swt menjawab: Aku sudah melakukannya.”

Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada seorang pun yang berpuasa pada hari Kamis pertama di bulan Rajab, kemudian ia melakukan shalat sunnah antara shalat Maghrib dan Isya’ …, kecuali Allah mengampuni semua dosanya walaupun seperti buih di lautan, dan pada hari kiamat ia akan diizinkan untuk memberi syafaat kepada tujuh ratus orang dari keluarganya yang seharusnya masuk ke neraka.” (Al-Wasail 8: 98, hadis ke 10172)

Tentang keutamaan malam Raghaib, Allamah Al-Majlisi meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Allah akan mengampuni dosa-dosa orang yang melakukan shalat sunnah pada malam Raghaib. Sehingga sesudah meninggal, pada malam pertama ia dikuburkan, Allah akan mengirimkan pahala shalat ini dalam wujud makhluk yang wajahnya sangat indah dan lisannya sangat fasih, lalu makhluk itu berkata: Wahai kekasihku, berbahagialah! Aku akan menyelamatkanmu dari segala yang menakutkan. Ia bertanya: siapakah kamu, aku belum pernah melihat wajah yang lebih indah dari wajahmu, tidak pernah mendengar ucapan yang lebih fasih dari ucapanmu, tidak pernah mencium aroma yang lebih harum dari aromamu? Makhluk itu menjawab: wahai kekasihku, aku adalah pahala shalat yang kamu lakukan di malam itu di negeri itu, di bulan itu dan tahun itu. Aku datang pada malam ini untuk menunaikan hakmu, menghibur kesendirianmu, dan menghilangkan kesepianmu. Jika hari kiamat terjadi aku akan menaungimu di atas kepalamu, maka berbahagialah karena engkau tidak akan pernah kehilangan kebaikan selamanya." (Mafatihul Jinan, bab 2, fasal 1)

Cara shalat Sunnah Malam Raghaib

Melakukan puasa di siang harinya yaitu hari Kamis pertama bulan Rajab, kemudian melakukan shalat sunnah dua belas rakaat (setiap dua rakaat salam) antara shalat maghrib dan Isya’. Setiap rakaat, sesudah Fatihah membaca surat Al-Qadar (3 kali) dan Al-Ikhlash (12 kali). Setelah selesai melakukan shalat membaca (7 kali):

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّد النَّبِيِّ الاُْمِّيِّ وَعَلى آلِهِ

Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin an-nabiyyil ummi wa ‘alâ âlihi.

Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad Nabi yang ummi dan kepada keluarganya.

Kemudian sujud (di luar shalat) sambil membaca (70 kali):

سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلائِكَةِ وَالرُّوحِ

Subbûhun Quddûsun Rabbul malâikati war-rûh.

Maha Suci dan Maha Quddus Tuhannya malaikat dan Ar-Ruh

Sesudah sujud membaca:

رَبِّ اغْفِرْ وَ ارْحَمْ وَ تَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيُّ اْلأَعْظَمُ

Rabbighfirlî warham wa tajâwaz ‘ammâ ta’lamu innaka Antal ‘aliyyul a’zham.

Tuhanku, ampuni aku, sayangi aku dan maafkan dosa-dosaku yang telah Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau Maha Tinggi dan Maha Agung.

Kemudian sujud kembali dan membaca seperti dalam sujud yang pertama. Kemudian dalam keadaan sujud sampaikan hajat Anda kepada Allah swt, insya Allah hajat Anda akan tercapai. (Mafatihul Jinan, bab 2, pasal 1)

Amalan dan doa2 di bulan Rajab secara lengkap download klik di sini

Wassalam
Syamsuri Rifai

http://shalatdoa.blogspot.com
Sumber : Alfusalam
Selengkapnya...

Senin, 01 Juni 2009

Diri Kita Tatkala Di Dalam Perut Ibunda

Para sahabat yang aku cintai. Kali ini kita akan memundurkan waktu sejenak dan melihat apa yang terjadi pada diri kita tatkala kita berada di dalam rahim ibunda kita. Sungguh begitu Agungnya Sang Illahi membentuk, menjaga dan memelihara diri kita. Kasih Sayang-Nya meliputi seluruh alam semesta. Sungguh Engkau-lah TUHAN kami Yang Maha Pengasih.

Foto-foto di bawah ini memperlihatkan proses apa saja yang terjadi pada sang janin hingga pada akhirnya ia menjadi seorang manusia. Prosesnya dijelaskan secara bertahap dimulai dari minggu ke 8. Mari kita mulai perjalanan ini.

“Dengan menyebut nama TUHAN Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”
“Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya.
Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS 3:6)

































Dimulai pada minggu ke 4-8:
Terjadi pembentukan awal embrio (manusia dini) yang sudah memiliki sistim vaskuler (peredaran darah). Jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulang-tulang wajah, mata, jari kaki, dan tangan. Pada fase ini pun sudah terbentuk kantung ketuban yang terdiri dari dua selaput tipis. Selaput ini berisi air ketuban tempat bayi terapung di dalam rahim. Air ketuban akan menjaga bayi dari cedera akibat benturan dari luar selama masa kehamilan.

















Pada minggu ke 8-12:
Organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. Bentuk kepalanya pun kini lebih besar dibandingkan dengan badannya, sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Ia juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut.

Pada minggu ke 12-16:
Paru-parunya janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui alat ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu, dan di matanya mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna. Bahkan kakinya pun sudah tumbuh lebih panjang dari tangannya.

















Pada minggu ke 16-20:
Hidung dan telinga tampak jelas, kulit merah, rambut mulai tumbuh, dan semua bagian sudah terbentuk lengkap. Pembuluh darah terlihat dengan jelas pada kulit janin yang tipis. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya.

Pada minggu ke 20-24:
Pada saat ini, alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya terbuka, dan ia mulai melakukan gerakan pernapasan. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras. Selain itu, kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk tidur.
















Berkat teknologi 3D Ecography, anda bisa melihat sang janin dengan jelas, bahkan ekspresi wajahnya...
















Pada minggu ke 24-28:
Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk. Di kulit kepala rambut mulai bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulai aktif. Ia dapat mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara
















Pada minggu ke 28-32:
Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip akibat melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup. Si kecil kini sudah terbentuk dengan sempurna.

Pada minggu ke 36:
Sang bayi kerap berlatih bernafas, mengisap, dan menelan. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya telah menghilang dan badannya menjadi lebih bulat. Bayi yang dikandung oleh sebagaian wanita yang hamil untuk pertama kalinya akan mengalami penurunan, yaitu turunnya kepala ke rongga panggul (bayi sudah “turun”).

Pada minggu ke 38:
Kepalanya telah berada pada rongga panggul, siap untuk dilahirkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa waktu persalinan sudah dekat. Kini, sang bayi seolah-olah “mempersiapkan diri” bagi kelahirannya ke dunia.
















Pada minggu ke 40 [9 Bulan]:
Apa yang dulunya hanyalah sebuah sel, sekarang telah menjadi manusia. Dalam beberapa hari, plasenta akan mengambil alih dan memberi sinyal bahwa bayi telah siap untuk dilahirkan. Sang bayi masih tidur dengan tenang di dalam rahim ibunya. Ia tidak mengetahui bahwa sesaat lagi ia akan meninggalkan “rumah”nya untuk melewati proses terbesar dalam kehidupannya yaitu KELAHIRAN! Walaupun proses ini menyakitkan bagi sang ibu dan sang bayi tetapi melalui hal inilah…

KEAJAIBAN KEHIDUPAN TERJADI!

“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam” (QS 1:2)

Sumber : Yang Mengenal Dirinya, Mengenal Tuhannya
Selengkapnya...

Kamis, 21 Mei 2009

IKHLAS YANG SEMPURNA

Ikhlas itu suatu perbuatan yang dilakukan tanpa mengharap apapun kecuali mendapat pahala dari Allah... Dan ikhlas itu perbuatan yang sulit sekali dilakukan,,, padahal suatu pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas bukan hanya mendapatkan pahala di akhirat kelak tapi juga akan memberikan kekuatan dan keberanian dalam bertindak...

Tapi kenyataannya untuk mencapai ikhlas itu sangatlah sulit... Ketika kita menolong seseorang tapi dengan niat ingin dipuji oleh orang lain maka itu akan menjadi sia-sia belaka...

Betapapun besarnya bantuan kita terhadap orang tersebut namun jika niat kita bukan karena Allah semata maka itu sungguh sia-sia karena tidak akan mendapat pahala... Jadi kunci utama dari ikhlas adalah niat dalam hati kita...

Ketika kita melihat orang yang sedang kesusahan dan dalam hati kita berkata “Andai saja aku punya banyak uang, maka aku akan menolongnya”,,, sekedar diniatkan dengan ikhlas walaupun niat itu belum terwujud, Allah telah mencatatkan pahala buat kita...

Jadi ikhlas juga cerminan hati kita yang bersih... Dan untuk bisa ikhlas tidaklah mudah, banyak sekali rintangan yang harus kita hadapi... Karena banyak sekali godaan yang tak henti-hentinya mengganggu kita... Dan setan itu akan terus menggoda seseorang yang mempunyai niat yang baik...

Agar kita bisa berbuat ikhlas mungkin kita harus memperbanyak berdoa kepada Allah agar seluruh amalan kita menjadi ikhlas hanya mengharap ridho dari-Nya bukan karena orang lain...

Selalu menyembunyikan amal kebaikan kita yaitu melakukan kebaikan tanpa diketahui oleh orang lain... Merasa takut kalau amal perbuatan kita tidak di terima Allah, takut kalau kebaikan kita hanya sia-sia belaka... Karena keikhlasan itu tidak hanya ketika kita sedang melakukan amal kebaikan,,, namun keikhlasan itu harus ada baik sebelum atau sesudah kita melakukan amal kebaikan...

Ikhlas itu persoalan hati,,, hanya Allah saja yang bisa mengetahui hati kita,,, ikhlas ibarat sebuah jarum di malam gelap gulita, yang tak akan pernah terlihat sebelum ada cahaya yang meneranginya...

Menilai seseorang apakah ia ikhlas atau tidak dalam beramal itu sangat sulit,,, karena kita tak pernah tau hati seseorang... Ikhlas juga bagaikan jiwa sementara amal perbuatan adalah tubuhnya...

Ikhlas ternyata begitu sangat penting dalam berbuat... Karena ikhlas,,, seseorang akan menerima apa pun yang ada pada dirinya... Dia akan menerima setiap kekurangan yang ada pada dirinya,,, menerima jika dia memiliki hidung tidak mancung,jadi tidak perlu melakukan operasi plastik,,, menerima kalau dia terlahir cacat,,, jadi tidak merasa rendah diri,,, menerima kalau dia dilahirkan dari keluarga miskin jadi dia tidak usah usah berbuat jahat untuk menjadi kaya tapi justru dia akan giat bekerja untuk tidak miskin lagi...

Sudahkah kita ikhlas??? semoga saja kita termasuk dari orang-orang yang selalu ikhlas... Baik terhadap diri kita maupun terhadap orang lain... Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan “riya” karena kebalikan dari “ikhlas” adalah riya... Karena sifat itu sangat dicela oleh Allah... Tapi kadang kita sering lupa terhadap pujian yang kita terima sehingga kita menjadi sombong dan lupa diri...

Selengkapnya...

Minggu, 17 Mei 2009

Memilih Menjadi Dewasa

Khoirunnisa

Idealnya setiap kita dalam rambatan usianya bertanya “Sudahkah kita membijak dalam masa penuaan ini??? Penting ditanyakan karena dewasa bukanlah keniscayaan akumulasi usia ataupun sesuatu yang berbanding lurus sejalan bertambahnya usia kita,,, akan tetapi dewasa adalah pilihan bagi mereka yang memilih untuk menjadi matang dalam usianya atau bukan pada usianya... Jadi jangan heran kalau dalam sebuah komunitas keluarga misalnya,,, seorang adik lebih dewasa lebih dewasa dari kakaknya atau bahkan dari orang tuanya sendiri...

Membincang tentang kedewasaan tentu tak akan terlepas dari definisi... Definisi dewasa itu sendiri masih diperdebatkan dan juga tidak sesederhana yang dibayangkan. Jika kita melihat dari sudut pandang hukum,,, Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (UUPA) memaparkan dalam Pasal 1 bahwa anak adalah orang yang belum berusia 18 tahun... Pasal ini jelas menjadikan usia sebagai standar kedewasaan seseorang... Sebuah standar adopsi dari Konvensi Hak Anak Dewan Umum PBB pada 20 November 1989 yang diratifikasi oleh perwakilan Indonesia pada tahun 1990 melalui Konvensi Hak Anak (KHA)...

Berbeda sekali jika kita melihat definisi dewasa dari kacamata sosiologis masyarakat indonesia yang heterogen... Setiap masyarakat berdasarkan kultur dan budaya masing-masing memiliki pemaknaan yang berbeda-beda... Namun secara umum mayoritas masyarakat Indonesia melihat kedewasaan berdasarkan kecerdasan intelektual,,, emosional,,, dan spiritual... Nilai-nilai inilah yang kiranya baik kita terapkan dan berdayakan.

Memilih dewasa adalah sebuah pilihan yang mengantarkan kita pada posisi-posisi yang memuliakan dan mendamaikan,,, karenanya menjadi dewasa adalah pilihan yang menarik bukan??? Jangan mengererutkan kening dulu ataupun tidak setuju! Memang menjadi dewasa adalah pilihan yang beresiko,,, tapi mengapa harus tetap dipilih??? Karena hidup perlu percepatan,,, perlu kinerja maksimal dan yang paling penting adalah hidup adalah sebuah pertangungjawaban...

Siapakah sosok dewasa yang patut menjadi suri tauladan??? Jawabannya adalah Nabi Muhammad saw. Beliau adalah satu dari sekian banyak sosok dewasa yang patut kita teladani... Sesosok pemimpin yang berhasil mengekspansi Islam hingga ke seluruh dunia... Manusia yang dalam dirinya terkumpul contoh-contoh yang baik... Seorang yang terakui kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritualnya...

Kedewasaan sebuah lembaga juga bisa terlihat dari terpenuhinya indikator-indikator di atas... Mengingat lembaga adalah sebentuk organisasi di mana di dalamnya adalah orang-orang yang memiliki tujuan yang sama... Maka sudah barang tentu kedewasaan lembaga harus dibangun dari SDM yang ada di dalamnya...

Awali hari dengan berucap dan bersikap dalam kepantasan-kepantasan menjadi dewasa. Semangat!

Sumber : Daarut Tauhid Jakarta
Selengkapnya...

Kamis, 14 Mei 2009

Ciri Kedewasaan

Aa Gym

Alhamdulillaahirabbil 'aalamiin,,, Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala aalihi washahbihii ajmai 'iin... Semoga Allah yang mengenggam langit dan bumi,,, membuka pintu hati kita semua agar dapat memahami hikmah dibalik kejadian apapun yang menimpa... Dan semoga Allah membimbing kita untuk bisa menyikapi kejadian apapun dengan sikap terbaik kita...

Ciri khas umat Dewasa diawali dengan Diam Aktif... Yaitu kemampuan untuk menahan diri dalam berkomentar... Orang yang memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam mengendalikan lisannya... Seorang anak kecil, saudaraku apa yang dia lihat biasanya selalu dikomentari...

Orang tua yang kurang dewasa mulutnya sangat sering berbunyi,,, semua hal dikomentari. Ketika dia melihat sesuatu langsung dipastikan akan dikomentari,,, ketika menonton televisi misalnya. Komentar dia akan mengalahkan suara dari televisi yang dia tonton... Penonton tv yang dewasa itu senantiasa bertafakur,,, acara yang dia tonton senantiasa direnungkan (tentunya acara yang bermanfaat) dan memohon dibukakan pintu hikmah kepada Allah, Subhanallah...

Ketika menyaksikan demonstrasi dia bertafakur... "beginilah kalau negara belum matang, setiap waktu demo”,,, kata-kata yang dikeluarkan jauh dari kearifan... Ternyata sangat mudah menghina,,, mencaci,,, dan memaki itu "Seseorang yang pribadinya matang dan dewasa bisa dilihat dari komentar-komentarnya,,, semakin terkendali insya Allah akan semakin matang...

Ciri kedewasaan selanjutnya dapat dilihat dari empati... Anak-anak biasanya belum dapat meraba perasaan orang lain,,, orang yang bertambah umurnya tetapi tidak dapat meraba perasaan orang lain berarti belum dapat disebut dewasa...

Kedewasan seseorang dapat dilihat dari keberanian melihat dan meraba perasaan orang lain... Seorang ibu yang dewasa dan bijaksana dapat dilihat dari sikap terhadap pembantunya yaitu tidak semena-mena menyuruh... Walaupun sudah merasa menggajinya tetapi bukan berarti berkuasa... Bukankah ketika kita di kantor lembur pasti ingin dibayar lebih??? Tetapi pembantu lembur tidak ada lebihan gaji??? Semakin orang hanya mementingkan perasaannya saja maka akan semakin tidak bijaksana. Semakin orang bisa meraba penderitaan orang lain insya Allah akan semakin bijak... Percayalah,,, tidak akan bijaksana orang yang hidupnya hanya memikirkan perasaannya sendiri...

Orang yang dewasa, cirinya hati-hati (Wara’) dalam bertindak... Orang yang dewasa benar-benar berhitung,,, kehati-hatian memilih kata,,, mengambil keputusan,,, mengambil sikap,,, karena orang yang tidak dewasa cenderung untuk bersikap ceroboh... Orang yang dewasa terlihat dalam kesabarannya (sabar),,, kita ambil contoh,,, di dalam rumah seorang ibu mempunyai 3 orang anak,,, yang satu menangis,,, kemudian yang lainnya pun ikut menangis sehingga lama-kelamaan menjadi empat orang yang menangis... Mengapa??? karena ternyata ibunya menangis pula...

Ciri orang yang dewasa adalah sabar,,, dalam situasi sesulit apapun lebih tenang,,, mantap dan stabil. Sahabat-sahabat,,, seseorang yang dewasa benar-benar mempunyai sikap yang amanah,,, memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab... Untuk melihat kedewasaan seseorang dapat dilihat dari kemampuannya bertanggungjawab... nafkah yang halal dan mendidik anak istrinya...

Sebagai contoh,,, seorang ayah dapat dinilai bertanggung jawab atau tidak yaitu dalam cara mencari... Bukan masalah kehidupan dunia yang menjadi masalah,,, tetapi mampu atau tidak mempertanggungjawabkan anak-anak ketika pulang ke akhirat nanti... Ke surga atau neraka??? Oleh karena itu orang tua harus bekerja keras untuk menjadi jalan kesuksesan anak-anaknya di dunia dan akhirat...

Pernah ada seorang teman menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri,,, tetapi ketika ditanya tentang sholatnya ternyata tidak berjalan dengan baik karena orang-orangnya tidak ada yang sholat sehingga melakukannya pun hanya kadang-kadang... Apalagi shalat Jumat,,, sangat jarang dilaksanakan,,, dengan alasan masjidnya jauh...

Lalu kenapa disekolahkan di Luar Negeri??? alasannya adalah sebentar lagi globalisasi,,, ketika perdagangan bebas anak harus disiapkan... Tetapi bagaimana jika sebelum perdagangan bebas anaknya meninggal dunia??? sudah disiapkan belum pulang ke akherat??? orang yang dewasa akan berpikir keras bagaimana anak-anaknya bisa selamat? Jangan sampai di dunia berprestasi tapi di akherat celaka...

Sahabat-sahabatku,,, tidak cukup merasa bangga dengan menjadi tua,,, mempunyai kedudukan,jabatan,,, karena semua itu sebenarnya hanyalah topeng,,, bukan tanda prestasi... Prestasi itu adalah ketika kita semakin matang,,, dan semakin dewasa...

Kesuksesan kita adalah bagaimana kita bisa memompa diri kita dan menyukseskan orang-orang disekitar kita,,, kalau ingin tahu kesuksesan kita coba lihat perkembangan keluarga kita,,, istri dan anak-anak kita maju tidak??? lihat sanak saudara kita pada maju tidak??? Jangan sampai kita sendirian yang maju,,, tapi sanak saudara kita hidup dalam kesulitan,,, ekonominya seret,,, pendidikan seret,,, sedang kita tidak ada kepedulian... Berarti itu sebuah kegagalan,,, kedewasaan seseorang itu dilihat dari bagaimana kemampuan memegang amanah??? Wallahu’alam


—and/mikha—
manajemenqolbu.com



Sumber : Daarut Tauhiid Jakarta
Selengkapnya...